11 Cara Lulus SNMPTN UNDANGAN
1. Pilihlah Jurusan Berdasarkan
Minat, Bakat, dan Kemampuanmu
Banyak orang yang gagal dalam SNMPTN
karena terlalu percaya diri. Percaya diri sangatlah boleh, tapi harus melihat
kemampuan pribadi kalian juga. Lihat minat, bakat, dan kemampuanmu. Dengan
nilai-nilaimu yang telah kau dapat sejauh ini, kira-kira dimana kamu akan
diterima dengan nilai yang kamu capai.
3. Alumni SMA Memperngaruhi Citra
SMAmu
Alumni juga memegang peran besar
disini. Kakak tingkat dari SMAmu yang juga ada di jurusan yang kamu tuju.
Semakin besar IPK atau semakin banyak prestasi mereka, maka akan semakin besar
juga peluang diterimanya kamu. Sebaliknya, jika citra mereka di kampus jelek,
maka sekolahmu akan dipandang jelek juga oleh panita SNMPTN.
4. Hati-hati dengan Lintas Jurusan
Karena tidak semua universitas
menghalalkan lintas jurusan, maka kamu yang berasal dari jurusan IPS sementara
ingin kuliah di jurusan IPA atau sebaliknya, diharapkan lebih berhati-hati.
Lihat dulu kebijakan dari universitas negeri yang ingin kamu tuju. Pastikan
mereka memperbolehkan lintas jurusan.
5. Apakah Sekolahmu Masuk Daftar
Blacklist?
Blacklist ialah dihapusnya sebuah
sekolah dari daftar calon mahasiswa baru di SALAH SATU PROGRAM STUDY atau
JURUSAN di universitas tertentu dalam jangka waktu 2 tahun. Jadi, jika
sekolahmu terkena blacklist oleh suatu universitas akan berdampak kepadamu juga.
Kamu tidak akan diterima di PROGRAM STUDY atau JURUSAN yang di blacklist
universitas tersebut.
6. Cara Mengurutkan Pilihan Jurusan
Urutkanlah pilihanmu berdasarkan
prioritas keinginanmu. Pilihan pertama, berarti itu jurusan yang paling kamu
inginkan. Dan begitu pula seterusnya. Karena berdasarkan survei tahun 2013,
lebih 90 persen undangan diterima di pilihan pertama. Jadi berhati-hatilah
dalam mengurutkan pilihan jurusan.
7. Konsekuensi Nilai
Konsekuen di sini maksudnya adalah
nilaimu dari semester pertama sampai semester akhir mengalami kenaikan atau
minimal tetap, bukan mengalami penurunan. Misalnya pelajaran matematika,
semester satu 70, semester dua 73, semester tiga 74, semester empat 76, dan
semester lima 80. Perhatikan nilai matematika tadi, nilainya terus mengalami
kenaikan dari semester ke semester. Itu menunjukkan bahwa nilai matematikamu
sudah konsekuen.
8. Prestasi Akademik dan Non
Akademik
Jangan lupa lampirkan prestasi
tertinggimu selama di sekolah. Baik prestasi akademik maupun non akademik.
Diusahakan, prestasi yang dikirimkan memiliki hubungan dengan jurusan yang kamu
pilih.
9. Akreditasi Sekolah
Terpandangnya sekolahmu karena
akreditasi atau prestasinya di mata kabupaten, kota, provinsi, nasional, dan
internasional akan menjadi pertimbangan bagi mereka untuk menerima kamu menjadi
mahasiswa baru.
10. Yang Akan Menjalani Perkuliahan
Adalah Kamu, Bukan Orangtuamu
Ketika orangtua memaksamu untuk
memilih pilihan mereka, yang bukan kamu banget, janganlah takut. Kamu bisa
menolaknya. Kamu punya hak atas masa depanmu. Coba jelaskan pada orang tuamu
secara halus. Kamu buat mereka percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk
menentukan apa yang menjadi minat, bakat, dan kemampuanmu. Ingatlah bahwa yang
akan menjalani perkuliahan nanti adalah dirimu sendiri, bukan ayah atau ibumu.
11. Sesuaikan Pilihanmu Dengan
Ekonomi Keluarga
Sebelum memilih universitas negeri,
carilah dulu perincian dana atau biaya kuliah yang akan kamu keluarkan selama menempuh
pendidikan. Lalu, kamu sesuaikan biaya kuliahmu dengan pendapatan ayah dan
ibumu. Jangan sampai ketika sudah semester empat atau lima, kamu harus hengkang
karena orang tuamu tak sanggup lagi membiayai perkuliahanmu.
0 komentar:
Posting Komentar